Area terbuka di sekeliling Ka'bah Syarif disebut mataf. Kata “mataf” berarti tempat untuk melakukan tawaf. Orang yang pertama kali membuat lantai permanen pada mataf adalah Abdullah bin Zubair, yaitu sekitar 5 meter di sekeliling Ka'bah. Seiring berjalannya waktu, mataf diperluas. Saat ini, mataf dibangun dengan batu marmer sejuk yang tidak kehilangan kesejukannya sekalipun terkena panas matahari yang terik. Dengan demikian, para jemaah haji dapat menapakkan kaki dengan nyaman dan menyelesaikan tawaf.
Panduan Haji
Pengenalan tempat-tempat suci pelaksanaan ibadah haji
Halaman bab
Bab 3 dari 12
Pengenalan tempat-tempat suci pelaksanaan ibadah haji
Mataf
1 menit bacaTerakhir diperbarui 1 September 2026