Lewati ke konten

Panduan Haji

Sejarah Singkat Rangkaian Ibadah Haji

Halaman bab

Melempar kerikil di Jamrah

1 menit bacaTerakhir diperbarui 11 September 2026

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

«لَمَّا أَتَى إِبْرَاهِيمُ خَلِيلُ اللَّهِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ الْمَنَاسِكَ عَرَضَ لَهُ الشَّيْطَانُ عِنْدَ جَمْرَةِ الْعَقَبَةِ فَرَمَاهُ بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ حَتَّى سَاخَ فِى الأَرْضِ ثُمَّ عَرَضَ لَهُ عِنْدَ الْجَمْرَةِ الثَّانِيَةِ فَرَمَاهُ بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ حَتَّى سَاخَ فِى الأَرْضِ ثُمَّ عَرْضَ لَهُ فِى الْجَمْرَةِ الثَّالِثَةِ فَرَمَاهُ بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ حَتَّى سَاخَ فِى الأَرْضِ. قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ : الشَّيْطَانَ تَرْجُمُونَ وَملةَ أَبِيكُمْ تَتَّبِعُونَ».

‘Ketika Ibrahim Khalilullah ‘alaihis salam melaksanakan manasik haji, setan muncul di hadapannya di dekat Jamratul Aqabah. Beliau melempari setan dengan tujuh batu, sehingga setan itu masuk ke dalam tanah. Kemudian setan itu muncul kembali di jamrah kedua. Beliau kembali melemparinya dengan tujuh batu, sehingga setan itu masuk ke dalam tanah. Kemudian setan itu kembali muncul di jamrah ketiga. Beliau kembali melemparinya dengan tujuh batu, sehingga setan itu masuk ke dalam tanah. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kalian melempari setan dan mengikuti agama ayah kalian, Ibrahim.”’[1]

Namun, tidaklah patut menganggap bahwa orang-orang yang sekarang melempar batu sedang mengenai setan. Sebaliknya, kita melempar kerikil demi menegakkan zikir kepada Allah dengan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

« إِنَّمَا جُعِلَ الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ وَبَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَرَمْىُ الْجِمَارِ لإِقَامَةِ ذِكْرِ اللَّه»

‘Ketentuan tawaf di Baitullah, sa‘i antara Safa dan Marwah, serta melempar jamrah ditetapkan dengan tujuan menegakkan zikir kepada Allah.’[2]

[1]. Shahihut Targhib wat Tarhib: 6511.

[2]. Tirmidzi: 902; Jami‘ul ‘Ulum: 1505.