Lewati ke konten

Panduan Haji

Keutamaan dan Makna Haji

Halaman bab

Keutamaan Haji

3 menit bacaTerakhir diperbarui 23 Agustus 2026

Balasan haji mabrur tidak lain adalah surga.[1] Barang siapa menunaikan haji dan menjauhi perbuatan yang tidak diizinkan oleh syariat serta menjauhi perbuatan dan perkataan yang mengandung sentuhan seksual, maka ia kembali dalam keadaan suci seperti pada hari ketika ia dilahirkan dari rahim ibunya.[2] Pada hari ‘Arafah, Allah Taala membebaskan manusia dari neraka dalam jumlah yang tidak Dia bebaskan pada hari lainnya. Pada hari itu Allah Taala mendekat dan membanggakan para jemaah haji yang sedang wukuf di Padang ‘Arafah di hadapan para malaikat, seraya berfirman, ‘Apa yang mereka inginkan?’[3]

Seseorang bertanya kepada Rasulullah (ﷺ) tentang amal yang paling utama. Beliau menjawab, ‘Beriman kepada Allah Yang Maha Esa, kemudian haji mabrur, yang lebih utama daripada seluruh amal. Perbedaannya seperti perbedaan antara terbit dan terbenamnya matahari.’[4] Dalam hadis lain disebutkan, ‘Rasulullah (ﷺ) ditanya tentang amal yang paling utama. Beliau menjawab, ‘Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.’ Ditanyakan, ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab, ‘Berjihad di jalan Allah.’ Ditanyakan, ‘Kemudian yang mana?’ Beliau menjawab, ‘Haji mabrur.’[5] Suatu ketika Aisyah (ra.) bertanya kepada Rasulullah (ﷺ), ‘Wahai Rasulullah! Tidakkah kami ikut berjihad dan berperang bersama kalian?’ Beliau menjawab, ‘Jihad yang paling utama dan paling baik bagi kalian adalah haji, yakni haji mabrur.’’[6] ‘Orang-orang yang menunaikan haji dan umrah adalah utusan dan tamu Allah. Jika mereka berdoa kepada Allah, Allah mengabulkan doa mereka. Jika mereka memohon ampunan atas dosa, Allah mengampuni dosa mereka.’[7] Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda, ‘Dari satu umrah ke umrah berikutnya merupakan kafarat bagi segala (dosa) yang terjadi di antara keduanya. Sedangkan balasan haji mabrur tidak lain adalah surga.’’[8] Dalam hadis juga disebutkan bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda, ‘Keislaman seseorang menghapus seluruh dosa yang dilakukannya sebelumnya. Hijrah menghapus seluruh dosa sebelumnya, dan haji menghapus seluruh dosa sebelumnya.’[9] Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Mas‘ud disebutkan, ‘Tunaikanlah haji dan umrah secara berturut-turut. Sebab, keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana embusan alat peniup pandai besi menghilangkan kotoran pada besi, emas, dan perak. Sedangkan pahala haji mabrur tidak lain adalah surga.’[10]

Keterangan hadis-hadis yang disebutkan di atas sangatlah jelas. Oleh karena itu, setiap orang yang hendak menunaikan haji sepatutnya terus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh seluruh keutamaan haji yang suci ini secara penuh. Hendaklah ia memenuhi semua syarat diterimanya haji dan mengendalikan dirinya dengan ketat agar terbebas dari segala dosa dan maksiat.

---

[1] - والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة (Bukhari: hadis no. 1650)

[2] - فلم يرفث ولم يفسق ، رجع كيوم ولدته أمه من حج لله (Bukhari: hadis no. 1424)

[3] - Muslim: 2/983

[4] - عن ماعز التميمي ু رضى الله عنه ু عن النبي صلى الله عليه وسلم : أنه سئل أي الأعمال أفضل ؟ قال : إيمان بالله وحده ، ثم حجة برة تفضل سائر الأعمال ، كما بين مطلع الشمس إلى مغربها (Ahmad: 4/342)

[5] - سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم ، أي الأعمال أفضل ؟ قال : الإيمان بالله ورسوله ، قيل : ثم ماذا ؟ قال جهاد في سبيل الله ، قيل ثم ماذا ؟ قال حج مبرور (Bukhari: 1422)

[6] - عن عائشة أم المؤمنين ু رضى الله عنها ু قالت : قلت يارسول الله ، ألا نغزو ونجاهد معكم ؟ قال : لَكُنَّ أفضل الجهاد وأجمله الحج ، حج مبرور (Penjelasan Bukhari, Fathul Bari: 4/1861)

[7] - عن أبي هريرة رضى الله عنه ، أن رسول الله قال : الحجاج والعمار وفد الله ، إن دعوه أجابهم وان استغفروه غفر لهم Ibnu Majah: hadis no. 2883)

[8] - عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما ، والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة ،، (Bukhari: hadis no. 1650)

[9] - إن الإسلام يهدم ما كان قبله ، و أن الهجرة تهدم ما كان قبلها ، وأن الحج يهدم ما كان قبله ،، (Muslim: hadis no. 173)

[10] - تابعوا بين الحج والعمرة ، فإنهما ينفيان الفقر والذنوب كما ينفي الكير خبث الحديد والذهب والفضة وليس للحج المبرور ثواب إلا الجنة (Al-Albani: Sahih an-Nasa’i: 2/558)