Lewati ke konten

Panduan Haji

8 Zulhijah

Halaman bab

8 Zulhijah: (Hari Tarwiyah) Berangkat dari Makkah menuju Mina

2 menit bacaTerakhir diperbarui 10 September 2026

Amalan pokok haji dimulai pada tanggal 8 Zulhijah. Orang yang datang dengan niat berhaji, jika ia melaksanakan haji tamattu, berarti sebelumnya ia telah menyelesaikan umrah. Kini ia hanya perlu melaksanakan amalan-amalan haji. Ia hendaknya melaksanakan amalan-amalan berikut sesuai urutan di bawah ini.

1. Pada hari Tarwiyah[1], yaitu tanggal 8 Zulhijah, orang yang melaksanakan haji tamattu dan penduduk Makkah yang hendak berhaji harus berihram untuk haji, lalu berangkat menuju Mina. Adapun orang-orang yang datang dari luar miqat dengan berihram untuk haji ifrad atau qiran, mereka berangkat menuju Mina dengan tetap dalam keadaan ihram.

2. Sebelum memulai ihram kembali, hendaknya ia berusaha melaksanakan amalan-amalan sunnah ihram, seperti membersihkan diri, mandi, dan memakai wewangian, sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya ketika berihram untuk umrah dari miqat.

3. Setelah itu, mereka mengenakan pakaian ihram dari tempat mereka masing-masing.

4. Kemudian, jika dapat memulai ihram setelah salah satu salat fardu, maka itu lebih baik. Namun, jika pada saat itu tidak ada salat fardu, apabila memungkinkan untuk berwudu, maka lebih baik memulai ihram setelah berwudu dan menunaikan salat dua rakaat Tahiyatul Wudu. Jika hal itu pun tidak memungkinkan, maka tidak ada masalah; cukup dengan berniat.

5. Kemudian, ia berniat haji dalam hati dan mengucapkan لَبَّيْكَ حَجًّا (Labbaika hajjan), lalu memulai amalan haji.

6. Jika khawatir akan adanya suatu halangan untuk menyempurnakan haji, maka segera setelah membaca talbiyah ia mengucapkan,

اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي

(Allahumma mahilli haitsu habastani)

‘Ya Allah, di tempat Engkau menghalangiku, di situlah aku akan bertahallul.’[2]

7. Jika yang dilaksanakan adalah haji badal, maka ia berniat dalam hati dan atas nama orang yang dibadalkan hajinya mengucapkan,

عَنْ .. لَبَّيْكَ حَجًّا (Labbaika hajjan ‘an....) (Aku mengucapkan labbaik atas nama si fulan laki-laki/perempuan.) [3]

8. Setelah tiba di Mina, ia menunaikan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan salat Subuh pada keesokan harinya. Menunaikan salat-salat tersebut di Mina adalah sunnah. Setiap salat ditunaikan pada waktunya masing-masing. Salat yang berjumlah empat rakaat dikerjakan dua rakaat. Di sini salat tidak dijamak, yakni dua salat tidak ditunaikan secara bersamaan, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menunaikan dua salat secara bersamaan di Mina.

9. Yang mustahab pada hari ini adalah beristirahat dan mempersiapkan diri untuk haji, berzikir dan beristigfar, serta memperbanyak bacaan talbiyah. Jika ada waktu dan kesempatan, hendaknya mempelajari berbagai masalah dan hukum terkait haji. Hendaknya pula mendengarkan ceramah, nasihat, serta penjelasan dan uraian mengenai haji dari para ulama yang berilmu.

10. Bermalam di Mina pada malam tanggal 9 Zulhijah adalah sunnah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bermalam di Mina pada malam ini. Jika karena suatu sebab tidak dapat bermalam di sana, maka tidak ada masalah. Allah Ta‘ala akan memberikan pahala sesuai dengan niat, insyaallah.

[1]. Tanggal 8 Zulhijah disebut Yaumut Tarwiyah. Yaumut Tarwiyah berarti hari memberi minum. Karena tidak ada air di Mina, pada hari tersebut para jemaah haji minum air, membawa persediaan air, dan memberi minum hewan tunggangan mereka. Oleh karena itu, hari tersebut disebut hari memberi minum. Ibnu Qudamah, Al-Mughni: 314.

[2]. Bukhari: 5089; Muslim: 1207.

[3]. Abu Dawud: 1811; Ibnu Majah: 2903.