Lewati ke konten

Panduan Haji

11–13 Zulhijah (Hari-Hari Tasyrik)

Halaman bab

Hal-hal yang harus dilakukan pada 13 Zulhijah bagi jemaah haji muta’akhkhir (yang berangkat meninggalkan Mina lebih lambat)

1 menit bacaTerakhir diperbarui 11 September 2026

Ketika jemaah haji ‘muta’akhkhir’ bermalam di Mina pada malam setelah tanggal 12 atau malam tanggal 13, maka keesokan harinya mereka harus melontar ketiga jamrah.

Mereka harus menghabiskan malam itu dengan berzikir kepada Allah. Sebab, inilah tujuan utama menetap di Mina.

Amalan utama jemaah haji pada tanggal 13 adalah melontar jamrah setelah matahari tergelincir ke arah barat. Mereka harus melaksanakan amalan melontar tersebut dengan cara berikut:

Sebagaimana pada tanggal 12, pertama-tama mereka harus melontar Jamrah Sughra yang terletak di dekat Masjid al-Khaif. Sesuai tata cara yang telah dijelaskan sebelumnya, mereka harus melontarkan tujuh kerikil satu per satu sambil mengucapkan ‘Allahu Akbar’. Setelah selesai melontar, mereka harus bergeser sedikit, lalu menghadap kiblat dan berdoa.

Kemudian mereka harus melontar Jamrah Wustha. Sesuai tata cara yang telah dijelaskan sebelumnya, mereka harus melontarkan tujuh kerikil satu per satu sambil mengucapkan ‘Allahu Akbar’. Setelah selesai melontar, mereka harus bergeser sedikit, lalu menghadap kiblat dan berdoa.

Kemudian mereka harus melontar Jamrah Kubra, yaitu Jamratul Aqabah. Sesuai tata cara yang telah dijelaskan sebelumnya, mereka harus melontarkan tujuh kerikil satu per satu sambil mengucapkan ‘Allahu Akbar’. Setelah selesai melontar, mereka harus meninggalkan tempat tersebut. Tidak ada doa di sini.

Dengan amalan ini, para jemaah haji muta’akhkhir menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Yang tersisa hanyalah tawaf wada’. Itu pun hanya bagi jemaah haji yang bukan penduduk Makkah. Pembahasan terperincinya akan dijelaskan selanjutnya.