Lewati ke konten

Panduan Haji

10 Zulhijah

Halaman bab

Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam hal bermalam

1 menit bacaTerakhir diperbarui 11 September 2026

1. Membuang-buang waktu dengan percakapan yang tidak berguna. Terkadang percakapan tersebut berkembang menjadi gibah, perkataan yang menyakitkan telinga, bahkan hal-hal yang tidak senonoh. Padahal hari-hari di Mina semata-mata merupakan hari-hari untuk berzikir kepada Allah Ta‘ala.

2. Di antara mereka yang tidak mendapatkan kesempatan untuk mendirikan tenda di Mina, ada yang duduk di salah satu jalan di Mina. Kemudian, begitu tengah malam tiba, mereka kembali ke tempat tinggal masing-masing. Terkadang tindakan semacam ini menjadi penyebab kesulitan bagi dirinya sendiri atau bagi keluarga dan anak-anaknya. Tindakan semacam ini tidak selaras dengan prinsip-prinsip syariat. Sebab, hal itu menyusahkan diri sendiri dan juga menyusahkan orang lain.

3. Sebagian jemaah haji pergi ke Makkah untuk melaksanakan tawaf ifadah, tetapi tidak berusaha kembali pada malam hari. Tidak diragukan lagi, ini merupakan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan.

4. Sebagian jemaah haji berangkat menuju Mina setelah menyelesaikan tawaf dan sa‘i, tetapi karena kemacetan kendaraan yang sangat padat pada malam hari, mereka tidak dapat tiba di Mina tepat waktu. Dalam keadaan demikian, yang harus mereka lakukan adalah berhenti berusaha datang dari Makkah ke Mina dengan kendaraan dan menempuh jalan dengan berjalan kaki. Namun, jika hal itu tidak mungkin dilakukan karena kondisi fisik yang lemah atau masalah yang dihadapi rekan-rekan seperjalanan, hendaknya mereka tetap berniat untuk bermalam di Mina. Jika setelah itu pun mereka tidak dapat tiba, maka ‘Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya’.