Lewati ke konten

Panduan Haji

10 Zulhijah

Halaman bab

Tata cara tawaf ifadah

1 menit bacaTerakhir diperbarui 11 September 2026

Setelah menyelesaikan tiga amalan ini—melontar jamrah, menyembelih hadyu, serta mencukur habis atau memendekkan rambut kepala—hendaklah Anda mandi, memakai wewangian, mengenakan pakaian berjahit, lalu berangkat menuju Ka'bah yang suci. Mengenakan pakaian biasa dan memakai wewangian sebelum tawaf ifadah adalah sunah. Aisyah r.a. berkata,

«كُنْتُ أُطَيِّبُ رسول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لإحْرَامِهِ قَبْلَ أَنْ يُحْرِمَ وَلِحِلِّهِ قَبْلَ أَنْ يَطُوْفَ الْبَيْتَ».

‘Aku biasa memakaikan wewangian kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk ihram beliau sebelum beliau berihram, dan untuk bertahalul sebelum beliau melakukan tawaf.’[1]

Lakukanlah tawaf dengan tata cara yang sama persis seperti tawaf yang Anda lakukan saat menunaikan umrah pada awalnya. Artinya, mulailah tawaf dari Hajar Aswad. Namun, dalam tawaf ini tidak ada ramal dan idtiba.

Setelah selesai tawaf, tunaikanlah salat dua rakaat. Jika tidak memungkinkan melaksanakannya di depan Maqam Ibrahim, Anda boleh melaksanakannya di tempat mana pun. Setelah salat, disunahkan meminum air Zamzam karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melakukannya.[2]

Setelah tawaf, lakukanlah sa‘i antara Safa dan Marwah dengan tata cara yang sama persis seperti sa‘i yang Anda lakukan sebelumnya ketika umrah.[3]

[1]. Muslim: 2042.

[2]. Bukhari: 3/491; Muslim: 2/892.

[3]. Menurut Abu Hanifah rah., melaksanakan sa‘i ini hukumnya wajib. Namun, mayoritas sahabat yang mulia dan para imam menyatakannya sebagai fardu. Dan inilah pendapat yang lebih kuat.